
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik di Kota Yogyakarta, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Asesmen Guru SMP Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 dan 24 September 2025, dan diikuti oleh sejumlah guru dari berbagai SMP di Kota Yogyakarta, termasuk beberapa guru dari SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan yang telah terpilih untuk mewakili sekolah.
Asesmen ini dirancang untuk memetakan kompetensi guru secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik dan pedagogik, tetapi juga dari aspek kepribadian dan keterampilan sosial. Beberapa materi yang diujikan dalam asesmen ini meliputi Multiple Intelligence, Learning Style, Personality Skills, Dimensi Bertindak, Kemampuan Mengambil Keputusan, OKA-OKI (Orientasi Kepribadian dan Karakter Individu), serta pengukuran EQ (Emotional Quotient), AQ (Adversity Quotient), dan AM (Achievement Motivation).
Selain itu, peserta asesmen juga mengikuti tes yang mencakup aspek pedagogik, profesionalitas, literasi, numerasi, kemampuan menggambar (visualisasi ide), pemahaman sosiokultural, kemampuan manajerial, serta penguasaan digitalisasi pembelajaran. Seluruh aspek ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk mengukur kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan merdeka belajar.
Keikutsertaan guru-guru SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi aktif sekolah dalam mendukung program peningkatan mutu pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terpilih dan berharap kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap praktik pembelajaran di kelas.
“Melalui asesmen ini, para guru dapat memahami potensi diri, gaya belajar, serta mendapatkan masukan berharga untuk pengembangan diri secara berkelanjutan. Ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik,” ujar Kepala Sekolah.
Dengan semangat belajar dan terus bertumbuh, diharapkan para guru mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif, inspiratif, dan berpihak pada peserta didik.
